Diantara denyut malam yang menebar disetiap sudut jalan, masih bisa kucium aroma lelahmu. Tidur-tidurlah dalam timang desahmu, dalam pelukan doaku yang menyepuh segala penatmu.
Sekejap mata ayu terpejam kubuai mimpi dalam ayunan manja mengusungnya untuk malammu. Sempurnalah bangunan tidurmu. Mengurai segalanya tentang bahagia.
Bila kau masih terjaga, bawalah anganmu menjelajah relung jiwa. Raihlah asa sampai lena membawamu dalam mimpi satu-satunya. Cinta yang bertahta dalam getar rindu di tiap jejaknya.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Desember 2010
HARMONI DIRI
Saat syahadatku sebatas ucapan
Saat shalatku sebatas gerakan
Saat shaumku sebatas kewajiban
Saat zakatku sebatas keharusan
Saat hajiku sebatas kebanggaan
Saat itu pula….
Kesia-siaan terbesar ada pada diriku
Saat Islamku sebatas pakaian
Saat Imanku sebatas ucapan
Saat Ihsanku sebatas pengetahuan
Saat itu pula ….
Saat kematian dianggap hanya cerita
Saat neraka dianggap hanya berita
Saat siksa diangap hanya kata
Saat itu pula …..
Kesombongan terbesar ada padaku
Saat takdir dianggap tak mungkin
Saat hidup kembali dipandang mustahil
Saat Tuhan dianggap nihil
Saat itu pula …..
Kedurhakaan terbesar ada padaku
Bukankah aku memiliki hati?
Bukankah aku memiliki jasmani?
Bukankah aku memiliki akal budi?
Maka harmoniskanlah semuanya, Ya Robbi
Semata hanya untuk-Mu
Label:
puisi
Langganan:
Postingan (Atom)
